Penyelidikan Bahan Tekstil Melalui Pengamatan Secara Visual - Neni Triani

Penyelidikan Bahan Tekstil Melalui Pengamatan Secara Visual



Dengan memperhatikan, meraba, mengepal sehelai kain saja mungkin belum dapat secara angsung diketahui sifat-sifatnya, demikian juga dengan asal seratnya. Hal ini disebabkan karena kemajuan teknik penyempurnaan bahan tekstil, sehingga sering tidak dapat dibedakan antara kain yang asli dengan yang tiruan.
Beberapa pengamatan secara visual tentang sifat yang perlu diketahui untuk menentukan jenis serat adalah sebagai berikut:
(1)  Panjang serat
Untuk penelitian asal serat sehelai kain, perlu dicabut sehelai benang untuk diperiksa kemungkinan golongan seratnya.
(2)  Kekuatan serat
Serat sutra adalah serat yang terkuat diantara serat-serat lainnya seperti nilon, wol dan kapas. Dalam keadaan basah, serat rayon berkurang kekuatannya, sedangkan serat kapas akan lebih kuat daripada dalam keadaan kering.
(3)  Kehalusan serat
Serat sutra adalah serat yang terhalus di antara serat-serat asli yang lain seperti serat sintetis dan serat rayon.
(4)  Kilau serat
Serat kapas kurang berkilau kecuali dimerser. Serat linen kilaunya bagus dan jelas, kilau serat sutra sangat bagus dan lembut, serat rayon berkilau tajam seperti logam, sedangkan serat wol tidak berkilau karena bergelombang.
(5)  Keriting serat
Serat wol adalah satu-satunya yang memiliki keriting asli, ini menyebabkan kain wol berpori sehingga mempunyai sifat penyekat panas.
(6)  Daya lentur
Serat wol berdaya lentur besar, demikian pula serat sintetis dan serat sutra. Serat selulosa tidak memiliki daya lentur yang baik, tetapi dapat diproses sehingga berdaya lentur yang besar, contohnya proses pembuatan bahan mulur (stretch).
(7)  Daya serap air dan udara
Serat wol berdaya serap sampai 40% tetapi belum terasa basah, daya serap serat sutra sampai 30%, linen 20% kapas 8,5%.
Bila usaha mencari asal serat tekstil belum ditemukan dengan cara memerhatikan serat-seratnya, dapat dilakukan dengan mempergunakan bantuan alat mikroskop. Tiap-tiap serabut kalau diperbesar 100 x akan menunjukkan bermacam-macam gambaran penampang serat-seratnya baik gambar penampang melintang ataupun membujur dari setiap serat tekstilnya.
·     Cara memutuskan benang. Apabila berasal dari serat kapas, benang mudah diputus karena berserat pendek. Serat linen benangnya sukar diputus. Serat wol bersifat lentur, bila diputus akan memanjang dulu/elastis, ujung benang seperti spiral (berombak). Serat sutra juga bersifat lentur, ujung benangnya halus dan tidak berumbai. Serat rayon mudah putus, dan ujung benang bercabang.
·         Cara lain untuk mengetahui asal serat adalah dengan menggunakan bahan kimia, yaitu sebagai berikut:
-        Asam sulfat melarutkan serat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
-        Kaustik soda (soda api) melarutkan serat yang berasal dari hewan, seperti wol dan sutra.
-        Kupramonium melarutkan kapas.
-        Aseton melarutkan kain asetat.
-        Fenol 90% melarutkan nilon.

Sumber : 
Modul Pengetahuan Bahan Tekstil, 2005, Direktorat Pembinaan SMK


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyelidikan Bahan Tekstil Melalui Pengamatan Secara Visual"

Post a comment

Terima kasih atas kunjungannya..